Jumat, 29 November 2013

Gedung Baru Diskes Kormar


Pada bulan Juli 2013 Dinas Kesehatan Korps Marinir pindah ke gedung baru, tepatnya di gedung Muntaram lantai 3

Kamis, 28 November 2013

Trik Bernapas Saat Lari Agar Tidak Ngos-ngosan


 

Bernapas dengan benar adalah aspek yang sangat penting ketika seseorang berlari agar ia tidak merasa sesak napas. Untuk itu ketahui trik bernapas yang benar ketika sedang berlari.

Kebanyakan orang berpikir olahraga lari hanya mengandalkan kaki dan bantuan dari lengan, itu salah. Karena sistem pernapasan memainkan peran penting dalam efektivitas pelari. Jika ia mampu membawa lebih banyak oksigen maka ia akan lebih kuat dibanding temannya.

Ketika berlari maka secara alami seseorang akan kehabisan napas, karena otot-otot membutuhkan oksigen lebih banyak saat melakukan aktivitas fisik. Selain itu paru-paru juga bekerja lebih keras untuk menyerap oksigen dari udara.

Memiliki pola pernapasan yang efisien saat berlari akan membuat seseorang lebih efektif dan efisien dalam mendapatkan oksigen ke otot sehingga meningkatkan daya tahan dan bisa berlari lebih jauh serta lebih nyaman.

Mengoptimalkan ritme napas adalah hal yang sederhana, ikuti langkah-langkah berikut untuk membantu mengembangkan pola pernapasan ketika berlari, seperti dikutip dari Lifemojo, Kamis (23/2/2012) yaitu:

Rabu, 21 Agustus 2013

IMUNISASI HEPATITIS



Pentingnya imunisasi Hepatitis B perlu Anda ketahui. Hepatitis B merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dan bisa merusak hati. Jika dibiarkan, penyakit ini akan semakin berat dan bisa menjadi kanker hati. Untuk penyakit hati, virus penyebab Hepatitis B adalah yang paling berbahaya.
    Untuk itu, biasanya bayi yang baru lahir akan diberikan imunisasi Hepatitis B. Ini sangat penting untuk mencegah bayi tertular penyakit tersebut. Manfaat Imunisasi Hepatitis B akan meningkat jika diberikan sejak dini, biasanya pada usia bayi 0  sampai 7 hari.
    Jika bayi terjangkit virus ini biasanya hanya menunjukkan gejala ringan, dan bahkan ada yang tidak menunjukkan gejala sama sekali. Akan tetapi biasanya bayi akan terus menyimpan virus tersebut di dalam darah selama bertahun-tahun dan bisa menularkannya pada orang lain.
    Virus hepatitis B memang biasanya ditemukan pada cairan tubuh orang yang sudah terjangkit, seperti darah, ludah, dan air mani. Ibu yang memiliki Hepatitis B, beresiko tinggi menularkannya pada bayi-bayi mereka.
    Untuk itulah sangat penting melakukan imunisasi Hepatitis B sesegera mungkin untuk memastikan imunisasi tersebut bekerja seefektif mungkin. Dengan imunisasi ini bayi Anda akan terlindungi dari penyakit Hepatitis B pada masa pertumbuhannya.
    Bagi bayi yang sudah diimunisasi Hepatitis B secara lengkap, maka tidak memerlukan lagi imunisasi tersebut pada saat remaja. Dan mereka yang melakukan imunisasi ini, diketahui memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik.
    Mengenai efek samping, biasanya memang tidak ditemukan efek samping yang serius karena imunisasi Hepatitis B ini. Kalaupun ada, biasanya sangat ringan dan bisa cepat hilang. Yang biasanya dirasakan pasca imunisasi ini adalah rasa sakit di tempat yang disuntik, demam dan sakit pada tulang sendi.
    Jika setelah di imunisasi Hepatitis B, Anda masih khawatir dengan efek samping tersebut, maka sebaiknya segera hubungi dokter atau bidan Anda. Keputusan untuk imunisasi atau tidak memang ada di tangan Anda. Jika masih ragu, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter atau bidan terlebih dahulu.